Jasa Pembuatan Landing Page 2026: Rincian Biaya, Cakupan Kerja, dan Cara Memilih Vendor
Jasa pembuatan landing page di Indonesia hari ini terbelah jadi dua dunia yang harganya beda sampai lima puluh kali lipat. Di marketplace ada penawaran mulai Rp 99.000 jadi dalam satu hari. Di sisi lain ada penawaran Rp 15 juta yang pengerjaannya tiga minggu. Keduanya sama-sama menyebut dirinya jasa pembuatan landing page, dan keduanya tidak sedang membohongi Anda. Yang berbeda adalah apa yang sebenarnya dikerjakan.
Panduan ini ditulis dari sisi tim yang mengerjakan, bukan dari sisi yang menjual paket. Kami akan bahas apa yang bikin harga melonjak, kapan Anda cukup pakai yang murah, kapan Anda justru rugi kalau pilih yang murah, dan pertanyaan apa saja yang perlu Anda ajukan sebelum transfer.
Jawaban singkat: berapa biaya dan siapa yang cocok
Biaya jasa pembuatan landing page di Indonesia berkisar Rp 100.000 hingga Rp 25 juta. Kisaran Rp 100.000 sampai Rp 1,5 juta biasanya berupa penyusunan halaman di atas template siap pakai. Rp 2 juta sampai Rp 8 juta mencakup desain khusus dan penulisan naskah penjualan. Di atas Rp 10 juta biasanya sudah melibatkan integrasi ke sistem lain, misalnya CRM, gudang, atau alur pembayaran, dan itulah bagian yang membuat biayanya naik.
Aturan praktisnya sederhana. Kalau landing page Anda hanya perlu menerima nomor WhatsApp calon pembeli, jangan bayar mahal. Kalau landing page itu jadi pintu masuk uang dan datanya harus masuk ke sistem lain secara otomatis, jangan bayar murah.
Apa yang sebenarnya Anda beli saat menyewa jasa landing page
Landing page adalah satu halaman dengan satu tujuan. Bedanya dengan situs perusahaan biasa, tidak ada menu ke mana-mana, tidak ada halaman tentang kami, tidak ada blog. Pengunjung datang dari iklan atau dari tautan di bio media sosial, lalu diarahkan melakukan satu hal saja: isi formulir, klik tombol WhatsApp, atau bayar.
Karena bentuknya sesederhana itu, banyak orang mengira harganya seharusnya seragam. Padahal yang Anda beli bukan halamannya. Yang Anda beli adalah lima lapis pekerjaan yang tidak semuanya kelihatan:
- Naskah penjualan. Urutan argumen, penanganan keberatan, bentuk ajakan bertindak. Ini yang paling menentukan hasil dan paling sering dilewati di paket murah.
- Desain dan tata letak. Hirarki visual, keterbacaan di layar kecil, penempatan tombol.
- Pembangunan halaman. Template atau kode khusus, kecepatan muat, perilaku di berbagai ukuran layar.
- Pelacakan. Pemasangan pengukur konversi, penanda peristiwa, penghubung ke akun iklan.
- Integrasi. Ke mana data pengisi formulir dikirim, apakah otomatis masuk ke sistem penjualan, apakah memicu notifikasi, apakah tersimpan rapi.
Paket Rp 99.000 di marketplace umumnya mengerjakan poin tiga saja, kadang setengah poin dua. Itu bukan penipuan. Itu memang cakupan yang masuk akal untuk harga segitu. Masalah muncul ketika pembeli mengira ia sedang membeli kelima lapisnya.
Rincian biaya per jalur pengerjaan
Berikut perbandingan tiga jalur yang lazim di pasar Indonesia. Angka di bawah adalah rentang yang kami temui di pasar per 2026, bukan tarif resmi kami.
| Aspek | Marketplace dan freelance | Agensi kreatif | Software house |
|---|---|---|---|
| Rentang biaya | Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta | Rp 3 juta hingga Rp 12 juta | Rp 8 juta hingga Rp 25 juta |
| Waktu pengerjaan | 1 sampai 5 hari | 1 sampai 3 minggu | 2 sampai 6 minggu |
| Naskah penjualan | Biasanya dari Anda | Ditulis tim | Ditulis tim, diuji ulang |
| Basis teknis | Template siap pakai | Template lanjutan atau desain khusus | Kode khusus atau kerangka kerja |
| Pelacakan konversi | Jarang, sering tambahan | Umumnya termasuk | Termasuk dan diverifikasi |
| Integrasi ke sistem lain | Tidak | Terbatas, lewat perkakas siap pakai | Ya, termasuk sistem internal |
| Kepemilikan kode | Sering terkunci di platform | Bervariasi | Diserahkan ke klien |
| Cocok untuk | Uji pasar, promo musiman | Kampanye rutin berbayar | Halaman yang jadi bagian sistem |
Perhatikan baris kepemilikan kode. Ini yang paling sering jadi penyesalan belakangan. Banyak paket murah dibangun di atas platform berlangganan. Selama Anda bayar, halaman hidup. Begitu berhenti bayar, halaman hilang, termasuk data calon pembeli yang tersimpan di sana. Tanyakan ini di awal, bukan setelah setahun.
Enam variabel yang membuat harga melonjak
1. Jumlah varian halaman
Satu halaman untuk satu produk itu murah. Tapi kalau Anda beriklan ke lima segmen berbeda dan tiap segmen butuh naskah sendiri, biayanya tidak lima kali lipat, tapi juga tidak sama dengan satu. Biasanya varian kedua dan seterusnya dihargai empat puluh sampai enam puluh persen dari yang pertama.
2. Kedalaman integrasi
Formulir yang mengirim surel ke satu alamat itu gratis secara teknis. Formulir yang otomatis membuat catatan calon pembeli di sistem penjualan, mengirim pesan WhatsApp otomatis, dan memberi tugas ke staf yang sedang giliran, itu pekerjaan integrasi. Bagian ini sering memakan porsi terbesar dari anggaran di proyek serius.
3. Pembayaran di halaman
Kalau pembeli harus bisa bayar langsung di halaman, Anda masuk wilayah lain. Ada pemilihan penyedia pembayaran, penanganan status transaksi, penanganan gagal bayar, dan rekonsiliasi. Kami sudah bahas terpisah soal ini di panduan payment gateway.
4. Kecepatan muat
Halaman yang berat membakar anggaran iklan Anda tanpa terasa. Pengunjung dari ponsel dengan sinyal seadanya akan pergi sebelum halaman selesai muat, tapi klik iklannya sudah terlanjur dibayar. Menekan waktu muat butuh kompresi gambar, pemangkasan skrip pihak ketiga, dan kadang penulisan ulang bagian tertentu. Ini pekerjaan yang tidak kelihatan di tampilan tapi terasa di ongkos per prospek.
5. Uji A dan B
Menyiapkan dua versi halaman lalu membandingkan hasilnya butuh perkakas dan disiplin pengukuran. Kalau vendor menawarkan ini di harga sejuta, tanyakan alat apa yang dipakai dan berapa lama pengujian dijalankan. Uji yang dihentikan setelah tiga hari biasanya tidak berarti apa-apa.
6. Kepatuhan data pribadi
Landing page mengumpulkan nama, nomor telepon, kadang alamat. Sejak Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi berlaku, pengumpulan data seperti ini menuntut dasar hukum yang jelas, pemberitahuan tujuan pemakaian, dan mekanisme persetujuan. Vendor yang tidak pernah menyinggung ini biasanya juga tidak memikirkan di mana data Anda disimpan.
Kapan landing page murah sudah cukup
Kami tidak akan menyarankan Anda membayar mahal untuk sesuatu yang tidak butuh. Landing page dengan anggaran di bawah Rp 2 juta masuk akal kalau situasi Anda seperti ini:
- Anda sedang menguji apakah sebuah produk laku, dan siap membuang halaman itu kalau ternyata tidak.
- Promo bersifat musiman dan hanya hidup dua sampai empat minggu.
- Prospek yang masuk masih sedikit, sehingga penanganan manual lewat WhatsApp belum kewalahan.
- Tidak ada data sensitif yang dikumpulkan selain nama dan nomor telepon.
- Tidak ada sistem internal yang harus terhubung.
Untuk pemilik warung kopi di Bandung yang mau menguji layanan pesan antar, atau penjual kerajinan di Yogyakarta yang mau menampung pemesanan dari iklan Instagram selama Lebaran, paket sejutaan itu keputusan yang benar. Uangnya lebih berguna dipakai untuk anggaran iklan.
Kapan landing page murah justru mahal
Ceritanya berubah kalau halaman itu berhenti jadi eksperimen dan mulai jadi bagian dari cara Anda berjualan. Beberapa tanda bahwa Anda sudah melewati batas:
- Belanja iklan bulanan sudah di atas Rp 10 juta. Perbaikan konversi satu persen saja nilainya sudah melebihi selisih biaya pembuatan.
- Prospek masuk lebih dari tiga puluh per hari dan mulai ada yang terlewat dibalas.
- Anda tidak tahu iklan mana yang menghasilkan penjualan karena tidak ada pelacakan yang benar.
- Data pengisi formulir tersebar di beberapa tempat dan tidak ada yang jadi sumber kebenaran.
- Halaman perlu menampilkan stok, harga, atau jadwal yang berubah dan sekarang diperbarui manual.
Kasus terakhir ini yang paling sering kami temui. Pemilik usaha membayar murah untuk halaman statis, lalu menghabiskan dua jam setiap hari memperbarui angka di dalamnya. Dalam sebulan, waktu yang terbuang nilainya sudah melampaui biaya membangun halaman yang menarik data secara otomatis.
Sembilan langkah memilih penyedia jasa landing page
- Tulis dulu satu tujuan halaman. Bukan dua, bukan tiga. Kalau Anda sendiri belum bisa menyebut satu tindakan yang diharapkan dari pengunjung, vendor mana pun akan menebak.
- Tentukan dari mana trafiknya datang. Halaman untuk iklan pencarian berbeda susunannya dengan halaman untuk iklan media sosial, karena kesiapan pengunjungnya berbeda.
- Minta contoh kerja yang masih hidup. Bukan tangkapan layar. Buka di ponsel Anda, rasakan kecepatannya, coba isi formulirnya.
- Tanyakan siapa yang menulis naskah. Kalau jawabannya Anda, hitung waktu Anda sendiri sebagai bagian dari biaya.
- Pastikan cakupan pelacakan tertulis. Minta disebutkan alat apa yang dipasang dan peristiwa apa yang direkam.
- Tanyakan ke mana data formulir masuk. Ke surel, ke lembar kerja, ke sistem penjualan, atau ke basis data. Jawaban ini menentukan apakah Anda bisa berkembang tanpa membangun ulang.
- Perjelas kepemilikan. Siapa pemilik nama domain, siapa pemilik akun tempat halaman dihosting, apakah kode diserahkan.
- Perjelas masa dukungan. Berapa lama revisi ditanggung, berapa biaya perubahan setelah masa itu lewat.
- Bandingkan minimal tiga penawaran dalam satu format. Susun dalam satu tabel dengan baris yang sama supaya perbedaannya kelihatan, bukan tersamarkan oleh cara penulisan proposal.
Tujuh langkah menyusun anggaran
- Hitung nilai rata-rata satu transaksi Anda.
- Perkirakan berapa prospek yang dibutuhkan untuk satu transaksi.
- Hitung ongkos iklan per prospek dari data kampanye sebelumnya, atau pakai perkiraan konservatif kalau belum ada.
- Tetapkan target jumlah transaksi per bulan.
- Dari situ, hitung anggaran iklan bulanan yang dibutuhkan.
- Alokasikan biaya pembuatan halaman maksimal setara satu sampai dua bulan anggaran iklan tersebut.
- Sisihkan sepuluh sampai lima belas persen per tahun untuk pemeliharaan dan perbaikan.
Langkah enam adalah rem yang menyelamatkan banyak pemilik usaha. Kalau anggaran iklan Anda Rp 3 juta sebulan, membayar Rp 20 juta untuk halamannya jelas tidak seimbang. Sebaliknya, kalau anggaran iklan Anda Rp 50 juta sebulan dan halaman Anda dibuat seharga Rp 500 ribu, Anda sedang menuangkan air ke ember bocor.
Biaya berulang yang sering terlupa
| Komponen | Kisaran per tahun | Catatan |
|---|---|---|
| Nama domain | Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu | Pastikan atas nama Anda, bukan vendor |
| Hosting | Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta | Naik kalau trafik iklan besar |
| Langganan platform | Rp 1 juta hingga Rp 6 juta | Hanya kalau dibangun di platform berlangganan |
| Pemeliharaan | 10 sampai 15 persen dari biaya awal | Pembaruan, tambalan keamanan, cadangan data |
| Perubahan naskah dan gambar | Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta per revisi | Kecuali ada perjanjian retainer |
Rincian lebih lengkap soal pos biaya berulang untuk situs secara umum ada di pembahasan kami tentang biaya pembuatan website, dan soal skema perawatannya di panduan jasa maintenance aplikasi dan website.
Landing page, situs perusahaan, atau aplikasi web
Salah satu kesalahan mahal adalah membeli bentuk yang salah. Tiga hal ini sering tertukar:
| Kebutuhan Anda | Yang sebenarnya dibutuhkan |
|---|---|
| Menampung prospek dari satu kampanye iklan | Landing page |
| Menjelaskan perusahaan, layanan, dan legalitas ke calon klien | Situs company profile |
| Menjual banyak produk dengan stok dan pengiriman | Situs toko online |
| Pengguna login dan mengerjakan sesuatu di dalamnya | Aplikasi berbasis web |
Kalau setelah membaca tabel ini Anda ragu antara landing page dan situs company profile, jawabannya biasanya begini: kalau pengunjung datang dari iklan berbayar, buat landing page. Kalau pengunjung datang karena mencari nama perusahaan Anda, buat situs company profile.
Konteks pasar Indonesia yang perlu Anda tahu
Dua angka membantu menempatkan keputusan ini. Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2024, penetrasi internet nasional mencapai 79,5 persen dengan sekitar 221 juta pengguna. Artinya audiens iklan digital Anda praktis mencakup mayoritas penduduk, dan sebagian besar mengaksesnya lewat ponsel.
Angka kedua datang dari laporan e-Conomy SEA 2024 yang disusun Google bersama Temasek dan Bain, yang mencatat nilai transaksi ekonomi digital Indonesia berada di kisaran sembilan puluh miliar dolar Amerika Serikat. Pasarnya besar, dan konsekuensinya biaya iklan ikut kompetitif. Di lingkungan seperti itu, selisih konversi kecil di halaman pendaratan berubah jadi selisih biaya akuisisi yang besar.
Implikasi praktisnya: prioritaskan tampilan dan kecepatan di ponsel sebelum memikirkan tampilan di layar besar, dan pastikan tombol WhatsApp berfungsi sejak detik pertama halaman terbuka.
Kesalahan yang paling sering kami temui
- Terlalu banyak pilihan. Halaman dengan lima tombol berbeda menghasilkan lebih sedikit tindakan daripada halaman dengan satu tombol yang diulang.
- Formulir terlalu panjang. Setiap kolom tambahan menurunkan jumlah pengisi. Minta yang benar-benar perlu untuk menindaklanjuti.
- Bukti sosial yang tidak bisa diperiksa. Testimoni tanpa nama dan tanpa konteks justru menurunkan kepercayaan.
- Tidak ada pelacakan sejak hari pertama. Memasang pengukuran setelah kampanye berjalan sebulan berarti membuang data sebulan.
- Halaman tidak diuji di jaringan lambat. Coba buka halaman Anda dengan jaringan seluler di luar kota besar sebelum kampanye dimulai.
- Menyamakan cantik dengan menjual. Halaman yang enak dilihat belum tentu enak diikuti alurnya.
Kalau halaman Anda sudah jadi dan hasilnya kurang, langkah berikutnya bukan membangun ulang, melainkan memperbaiki yang ada. Kami menulis langkah teknisnya di artikel cara mengoptimasi landing page.
Anatomi landing page yang benar-benar menghasilkan
Kalau Anda akan membayar orang untuk mengerjakannya, ada baiknya Anda tahu bagian apa saja yang seharusnya ada. Ini bukan aturan kaku, tapi susunan yang berulang kali terbukti bekerja untuk pasar Indonesia.
Bagian pembuka
Satu kalimat yang menyebutkan siapa Anda melayani dan hasil apa yang mereka dapat. Ditambah satu tombol. Pengunjung dari iklan datang dengan kesabaran yang sangat pendek, dan bagian ini menentukan apakah mereka menggulir ke bawah atau menutup halaman. Kesalahan paling umum di bagian ini adalah menuliskan nama perusahaan besar-besar padahal pengunjung belum peduli siapa Anda.
Bagian masalah
Sebutkan keadaan yang sedang dialami pembaca dengan bahasa yang mereka pakai sendiri. Kalau target Anda pemilik toko yang kewalahan mencatat pesanan di buku, tulis begitu, jangan tulis “inefisiensi proses operasional”.
Bagian penawaran
Apa yang Anda berikan, dalam bentuk yang bisa dibayangkan. Daftar poin lebih baik daripada paragraf panjang. Kalau ada paket, tampilkan maksimal tiga, karena empat pilihan ke atas membuat orang menunda keputusan.
Bagian bukti
Testimoni dengan nama dan foto, angka hasil yang bisa diperiksa, logo klien kalau ada izin, atau jumlah pengguna. Di pasar Indonesia, bukti berupa percakapan WhatsApp asli yang disamarkan nomornya sering lebih dipercaya daripada testimoni bergaya formal.
Bagian penanganan keberatan
Tuliskan tiga sampai lima keberatan yang paling sering muncul di percakapan penjualan Anda, lalu jawab langsung. Bagian ini yang paling sering hilang dari halaman buatan orang yang tidak pernah ikut menjual produknya.
Bagian penutup
Ulangi ajakan bertindak yang sama persis dengan yang di atas. Jangan ganti kalimatnya, jangan tambah pilihan baru. Konsistensi di sini menaikkan angka konversi lebih sering daripada perubahan warna tombol.
Soal integrasi WhatsApp yang sering disepelekan
Di Indonesia, mayoritas landing page berujung ke WhatsApp, bukan ke formulir. Ini wajar dan sebaiknya tidak dilawan. Tapi ada tiga hal teknis yang membedakan tombol WhatsApp yang berguna dari yang menyusahkan.
Pertama, pesan yang sudah terisi otomatis. Tombol yang membuka WhatsApp dengan kotak pesan kosong memaksa calon pembeli mengarang kalimat pembuka, dan sebagian akan mundur di titik itu. Isi otomatis dengan kalimat yang menyebut produk atau kampanye yang sedang mereka lihat.
Kedua, penanda sumber di dalam pesan. Kalau Anda menjalankan lima iklan berbeda ke lima halaman, sisipkan penanda di teks pesan awal supaya staf Anda tahu prospek ini datang dari kampanye mana. Tanpa ini, laporan iklan Anda tidak akan pernah bisa dihubungkan ke penjualan nyata.
Ketiga, pencatatan peristiwa klik. Klik ke WhatsApp harus tercatat sebagai peristiwa konversi, kalau tidak, sistem iklan Anda tidak punya sinyal untuk belajar. Banyak halaman murah melewatkan bagian ini, lalu pemiliknya bingung kenapa biaya iklannya tidak pernah turun.
Kalau volume percakapan sudah tinggi dan pembagian ke staf mulai kacau, langkah berikutnya biasanya otomatisasi balasan awal. Konsepnya kami bahas di artikel tentang chatbot dan cara kerjanya untuk bisnis.
Tanda bahaya saat memilih vendor
- Menjanjikan angka konversi tertentu di awal. Tidak ada yang bisa menjamin konversi sebelum tahu produk, harga, dan sumber trafik Anda. Janji seperti ini biasanya berakhir dengan definisi konversi yang digeser belakangan.
- Tidak mau menunjukkan halaman yang masih hidup. Kalau contoh yang diberikan hanya berupa gambar rancangan, Anda tidak tahu apakah halaman itu pernah tayang dan bagaimana perilakunya.
- Menolak menjelaskan di mana halaman akan dihosting. Jawaban yang kabur di titik ini hampir selalu berarti Anda akan terkunci.
- Harga jauh di bawah pasar tanpa penjelasan cakupan. Murah itu sah kalau cakupannya memang sempit dan dijelaskan. Yang bermasalah adalah murah tanpa daftar apa yang dikerjakan.
- Tidak menanyakan apa pun tentang bisnis Anda. Vendor yang langsung mengirim penawaran tanpa bertanya siapa pembeli Anda sedang menjual template, bukan solusi.
- Tidak ada perjanjian tertulis soal revisi. Selisih pemahaman soal jumlah revisi adalah penyebab sengketa nomor satu di proyek kecil.
Kalau Anda memilih mengerjakan sendiri dulu
Untuk usaha yang baru menguji pasar, membangun sendiri itu keputusan hemat yang tepat. Beberapa hal yang perlu Anda siapkan supaya hasilnya tidak sia-sia:
- Pasang alat pengukur kunjungan sebelum iklan pertama menyala, bukan sesudahnya.
- Siapkan satu gambar produk yang tajam dan tidak diambil dari internet.
- Tulis naskahnya sendiri berdasarkan pertanyaan nyata yang sering masuk ke WhatsApp Anda.
- Uji buka halaman dengan paket data biasa, bukan dengan koneksi kantor.
- Pastikan nomor WhatsApp yang dipasang benar dan aktif, termasuk kode negara.
- Simpan salinan naskah di tempat terpisah supaya tidak hilang kalau platformnya bermasalah.
Setelah kampanye berjalan sebulan dan Anda punya data nyata, keputusan menyewa vendor jadi jauh lebih mudah karena Anda sudah tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.
Pola yang berulang di klien kami
Ada satu pola yang muncul berkali-kali dan pantas disebut karena mungkin menggambarkan situasi Anda juga. Sebuah usaha distribusi menengah di Jawa Timur datang dengan keluhan bahwa iklannya boros. Halamannya sendiri sebenarnya tidak buruk. Masalahnya, prospek yang masuk lewat formulir dikirim ke satu alamat surel bersama, lalu disalin manual ke lembar kerja oleh staf admin sekali sehari.
Akibatnya dua. Prospek yang masuk sore hari baru dihubungi keesokan siang, dan sebagian sudah membeli di tempat lain. Lalu karena penyalinan manual, tidak ada yang tahu iklan mana yang menghasilkan pembelian, sehingga anggaran dibagi rata ke semua kampanye termasuk yang tidak menghasilkan.
Perbaikannya bukan mendesain ulang halaman. Perbaikannya menyambungkan formulir ke sistem penjualan mereka, memberi penanda sumber di setiap prospek, dan mengirim notifikasi ke ponsel staf yang sedang bertugas. Biaya pekerjaan itu jauh lebih kecil daripada pembuatan halaman baru, dan dampaknya lebih besar. Ini alasan kami selalu bertanya soal alur data sebelum bicara desain.
Detail teknis dan kliennya tidak kami sebutkan sesuai kesepakatan kerahasiaan yang lazim di proyek semacam ini.
Daftar periksa sebelum halaman ditayangkan
- Judul halaman dan deskripsi ringkas sudah diisi, bukan tulisan bawaan template.
- Semua tombol sudah diuji satu per satu di ponsel dan di komputer.
- Formulir sudah diuji kirim, dan datanya benar-benar sampai ke tujuan.
- Pengukur konversi sudah terpasang dan tercatat saat diuji.
- Gambar sudah dikompresi, halaman terbuka di bawah tiga detik pada jaringan seluler.
- Ada pemberitahuan singkat soal pemakaian data di dekat formulir.
- Nomor kontak dan nama badan usaha tertera, karena ini juga memengaruhi kepercayaan.
- Sertifikat keamanan aktif, alamat halaman diawali protokol terenkripsi.
- Ada halaman atau pesan terima kasih setelah pengunjung mengirim data.
- Anda punya akses penuh ke tempat halaman itu berada, bukan hanya lewat vendor.
Bagaimana cara kerja kami
Majapahit Teknologi mengerjakan landing page sebagai bagian dari sistem, bukan sebagai halaman tunggal yang berdiri sendiri. Artinya kami mulai dari pertanyaan ke mana data prospek akan mengalir dan sistem apa yang sudah Anda punya, baru kemudian bicara desain. Untuk kebutuhan yang lebih luas dari satu halaman, pertimbangan memilih mitra pengerjaannya kami bahas di panduan cara memilih software house dan perbandingan software house, freelance, dan agensi digital.
Untuk kebutuhan situs yang lebih besar dari satu halaman, pengerjaannya masuk ke layanan pembuatan website kami. Kalau yang Anda butuhkan ternyata sistem yang berjalan di belakang halaman itu, tim software house kami di Jakarta yang mengerjakannya, dan untuk kebutuhan yang berujung ke aplikasi ada layanan pembuatan aplikasi.
Kalau kebutuhan Anda ternyata memang cukup dengan halaman sederhana, kami akan bilang begitu. Tidak ada gunanya menjual pekerjaan yang tidak Anda butuhkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa harga jasa landing page yang wajar?
Untuk halaman berbasis template dengan naskah dari Anda sendiri, Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta wajar. Untuk desain khusus dengan naskah ditulis tim dan pelacakan konversi terpasang, Rp 3 juta hingga Rp 8 juta wajar. Di atas Rp 10 juta biasanya sudah termasuk integrasi ke sistem lain. Yang tidak wajar adalah harga tinggi tanpa penjelasan mana bagian yang membuat harganya naik.
Apa bedanya landing page dan homepage?
Homepage adalah pintu depan situs yang mengarahkan pengunjung ke banyak tujuan. Landing page adalah halaman tujuan tunggal tanpa navigasi ke mana-mana, dibuat untuk satu tindakan. Homepage melayani pengunjung yang belum tahu mau apa. Landing page melayani pengunjung yang baru saja mengklik iklan tentang satu hal tertentu.
Berapa lama pembuatan landing page?
Berbasis template satu sampai lima hari kerja. Desain khusus satu sampai tiga minggu. Dengan integrasi ke sistem internal, dua sampai enam minggu, dan lamanya biasanya ditentukan oleh kesiapan sistem di sisi Anda, bukan oleh pengerjaan halamannya.
Apakah landing page butuh domain sendiri?
Tidak wajib. Landing page bisa berupa subdirektori di domain utama Anda, dan untuk banyak kasus itu justru lebih baik karena reputasi domain ikut terbawa. Domain terpisah masuk akal kalau kampanyenya memang punya identitas merek sendiri.
Bisakah landing page dibuat sendiri tanpa vendor?
Bisa, dan untuk pengujian awal itu keputusan yang masuk akal. Ada banyak perkakas seret dan lepas yang memadai. Batasnya muncul ketika Anda butuh pelacakan yang akurat, kecepatan muat yang serius, atau data yang mengalir otomatis ke sistem lain. Di titik itu waktu Anda lebih mahal daripada biaya vendor.
Bagaimana mengetahui landing page saya berhasil atau tidak?
Ukur tiga angka: berapa persen pengunjung melakukan tindakan yang diharapkan, berapa biaya iklan per prospek, dan berapa persen prospek berubah jadi transaksi. Angka pertama saja tidak cukup, karena halaman bisa saja menghasilkan banyak prospek yang tidak pernah membeli.
Apakah data pengisi formulir aman?
Tergantung di mana disimpan dan siapa yang bisa mengaksesnya. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mewajibkan adanya dasar dan tujuan yang jelas dalam pengumpulan data pribadi. Minimal, pastikan ada pemberitahuan singkat di dekat formulir tentang untuk apa data dipakai, dan pastikan Anda tahu persis di server mana data itu berada.
Langkah berikutnya
Kalau Anda sedang membandingkan penawaran dan ingin pendapat kedua soal mana yang masuk akal untuk kebutuhan Anda, silakan hubungi tim kami. Konsultasi awal lima belas menit, tanpa biaya, dan kalau ternyata kebutuhan Anda lebih cocok dikerjakan dengan cara yang lebih sederhana, itu juga akan kami sampaikan.
Tren Mingguan
Di era digital saat ini, keterampilan [...]
Perkembangan teknologi komunikasi telah membuka peluang [...]
Git adalah salah satu sistem kontrol [...]
Trafik website adalah salah satu indikator [...]
Di zaman yang serba terhubung ini, [...]
Dalam dunia pemrograman, proses transformasi kode [...]
Di era digital yang semakin maju, [...]
Di era digital seperti saat ini, [...]





