Jasa pembuatan website company profile: panduan biaya, fitur, dan cara memilih vendor 2026

Jasa Pembuatan Website Company Profile 2026: Biaya, Fitur Wajib, dan Cara Memilih Vendor

Categories: Teknologi BisnisPublished On: July 28, 2026By Views: 8

Jasa pembuatan website company profile adalah layanan yang membangun situs resmi perusahaan berisi profil, layanan, portofolio, dan jalur kontak, dengan tujuan utama membuat calon klien percaya sebelum mereka menghubungi Anda. Berbeda dengan toko online yang mengejar transaksi, website company profile mengejar satu hal: keputusan orang untuk mengangkat telepon, mengirim email, atau menekan tombol WhatsApp. Artikel ini membahas kisaran biaya di Indonesia pada 2026, fitur yang benar-benar berpengaruh, tiga jalur pengerjaan yang bisa Anda pilih, dan cara menyeleksi vendor tanpa terjebak harga murah yang mahal di belakang.

Kami menulis panduan ini dari sudut pandang praktisi. Selama bertahun-tahun mengerjakan proyek digital untuk instansi pemerintah, korporasi multinasional, dan pelaku UMKM, pola kegagalannya nyaris selalu sama: perusahaan membeli tampilan, bukan membeli fungsi. Website jadi cantik, lalu diam selama tiga tahun karena tidak ada yang bisa mengubah isinya.

Apa Itu Website Company Profile dan Kapan Bisnis Perlu Membuatnya

Website company profile adalah versi digital dari profil perusahaan Anda yang bisa diakses siapa saja, kapan saja. Isinya standar: siapa Anda, apa yang Anda kerjakan, siapa yang sudah mempercayai Anda, dan bagaimana cara menghubungi Anda. Yang membuatnya penting bukan isinya, melainkan momen orang membacanya. Calon klien membuka website Anda tepat di detik mereka sedang memutuskan apakah perusahaan Anda layak diajak bicara.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024 mencatat penetrasi internet nasional mencapai 79,5 persen, setara sekitar 221 juta pengguna. Artinya, hampir semua pengambil keputusan yang menerima proposal Anda akan mengetik nama perusahaan Anda di Google sebelum membalas. Kalau yang muncul hanya akun media sosial dan direktori bisnis pihak ketiga, Anda kehilangan kendali atas kesan pertama.

Ada empat situasi yang biasanya menjadi pemicu nyata:

  • Anda mulai ikut tender atau kurasi vendor. Banyak proses pengadaan meminta alamat website resmi sebagai syarat administratif dasar.
  • Tim sales lelah menjelaskan hal yang sama. Website yang rapi memangkas percakapan pengantar dan menyaring calon klien yang tidak cocok sejak awal.
  • Perusahaan naik kelas. Dari usaha perorangan menjadi badan hukum, dari lokal menjadi lintas kota, dari satu layanan menjadi beberapa lini bisnis.
  • Reputasi digital Anda dikuasai orang lain. Hasil pencarian nama perusahaan Anda didominasi lowongan kerja, marketplace, atau ulasan tanpa konteks.

Kalau tidak ada satu pun dari empat kondisi itu, jujur saja, Anda mungkin belum butuh website company profile. Anggaran Anda mungkin lebih berguna untuk hal lain dulu. Kalau ada, lanjutkan membaca.

Beda Website Company Profile, Landing Page, dan Toko Online

Kesalahan paling mahal terjadi di tahap ini, saat perusahaan memesan jenis website yang keliru untuk tujuan yang ingin dicapai. Tiga jenis berikut sering tertukar padahal biaya dan perawatannya jauh berbeda.

Aspek Website Company Profile Landing Page Toko Online
Tujuan utama Membangun kredibilitas dan menghasilkan pertanyaan masuk Mengonversi satu kampanye iklan menjadi pendaftaran Menyelesaikan transaksi dan pembayaran
Jumlah halaman 5 sampai 15 halaman 1 halaman panjang Puluhan hingga ribuan halaman produk
Ukuran keberhasilan Jumlah kontak masuk dan kualitas leads Rasio konversi kampanye Nilai transaksi dan repeat order
Kebutuhan pembaruan Ringan, beberapa kali setahun Tinggi saat kampanye berjalan Harian, mengikuti stok dan harga
Kompleksitas teknis Rendah sampai menengah Rendah Tinggi, ada pembayaran dan logistik
Rentang biaya wajar Rp 5 juta sampai Rp 80 juta Rp 2 juta sampai Rp 15 juta Rp 25 juta ke atas

Kalau kebutuhan Anda sebenarnya adalah menjual produk secara langsung, membangun company profile lebih dulu hanya menunda masalah. Sebaliknya, kalau Anda menjual jasa bernilai besar dengan siklus keputusan panjang, toko online justru berlebihan. Untuk pemetaan yang lebih luas tentang jenis vendor dan cara kerjanya, kami sudah membahasnya di panduan cara memilih jasa pembuatan website yang tepat.

Fitur yang Benar-Benar Berpengaruh pada Website Company Profile

Banyak penawaran vendor berisi daftar fitur panjang yang terdengar meyakinkan tapi jarang dipakai. Dari pengalaman kami meninjau website perusahaan yang leads-nya seret, penyebabnya hampir selalu ada di daftar pendek berikut, bukan di fitur canggih yang hilang.

Halaman inti yang tidak boleh absen

  1. Beranda dengan pernyataan posisi yang jelas. Dalam lima detik pertama, pengunjung harus tahu Anda menjual apa dan untuk siapa. Kalimat seperti “solusi digital terpercaya” tidak memberi informasi apa pun.
  2. Halaman layanan terpisah per lini bisnis. Satu halaman untuk semua layanan menyulitkan Google memahami keahlian Anda, dan menyulitkan calon klien menemukan yang relevan.
  3. Portofolio atau daftar klien. Ini bukti sosial paling kuat yang Anda punya. Kalau terikat perjanjian kerahasiaan, sebutkan sektor industrinya tanpa nama, misalnya “manufaktur otomotif tier satu”.
  4. Halaman tentang kami dengan wajah manusia. Foto tim asli, alamat kantor lengkap, dan tahun berdiri. Tiga hal sederhana ini menaikkan kepercayaan lebih tinggi daripada animasi mahal.
  5. Halaman kontak dengan lebih dari satu jalur. Formulir saja tidak cukup di Indonesia. Sertakan nomor WhatsApp yang benar-benar dijawab.

Fondasi teknis yang sering diabaikan

  • Kecepatan muat di jaringan seluler. Mayoritas pengunjung membuka website Anda dari ponsel dengan sinyal seadanya. Website yang butuh lebih dari empat detik akan ditinggalkan sebelum sempat dibaca.
  • Tampilan mobile yang dirancang, bukan sekadar menyusut. Uji sendiri di ponsel Anda: apakah nomor telepon bisa ditekan langsung, apakah tabel bisa dibaca tanpa memicingkan mata.
  • Sertifikat SSL aktif. Browser menandai website tanpa HTTPS sebagai tidak aman, dan itu langsung merusak kesan profesional.
  • Struktur data terstruktur (schema markup). Ini yang membantu mesin pencari dan sistem AI memahami bahwa Anda adalah organisasi dengan alamat, kontak, dan bidang usaha tertentu.
  • Panel admin yang bisa dipakai staf non-teknis. Kalau mengganti satu paragraf harus memanggil vendor, website Anda akan basi dalam enam bulan.

Tiga Jalur Pembuatan: Template Mandiri, Freelancer, atau Vendor

Tidak ada jalur yang salah secara mutlak. Yang salah adalah memilih jalur yang tidak sesuai dengan taruhan bisnis Anda. Berikut perbandingan jujurnya.

Kriteria Template mandiri Freelancer Vendor atau software house
Kisaran biaya awal Rp 500 ribu sampai Rp 3 juta per tahun Rp 3 juta sampai Rp 15 juta Rp 15 juta sampai Rp 80 juta
Waktu pengerjaan Beberapa hari, dikerjakan sendiri 2 sampai 5 minggu 4 sampai 10 minggu
Desain Terbatas pada tema yang tersedia Semi kustom Kustom penuh sesuai identitas merek
Kepemilikan kode dan data Terikat platform penyedia Tergantung kesepakatan, sering tidak diatur Diatur tertulis dalam kontrak
Dukungan pasca tayang Bantuan platform, tidak personal Bergantung ketersediaan satu orang Tim dengan waktu respons yang dijanjikan
Risiko terbesar Tampilan generik, sulit dibedakan Proyek berhenti kalau orangnya hilang Biaya lebih besar di awal
Paling cocok untuk Usaha baru yang menguji pasar UMKM dengan kebutuhan standar Perusahaan yang website-nya jadi alat penjualan serius

Pertimbangkan ini: kalau satu klien baru dari website bernilai puluhan juta rupiah bagi bisnis Anda, menghemat lima juta di tahap pembuatan adalah penghematan yang mahal. Sebaliknya, kalau Anda baru menguji apakah pasar merespons layanan Anda, mulai dari yang sederhana adalah keputusan yang masuk akal. Kami membahas logika pemilihan mitra ini lebih dalam di artikel software house vs freelance vs agensi digital.

Kisaran Biaya Pembuatan Website Company Profile di Indonesia 2026

Pertanyaan pertama yang hampir selalu masuk ke tim kami adalah soal harga. Jawaban jujurnya bergantung pada jumlah halaman, tingkat kustomisasi desain, dan apakah konten disiapkan oleh Anda atau oleh vendor. Berikut rentang yang kami lihat di pasar Indonesia saat ini.

Paket Cakupan umum Kisaran biaya Durasi
Dasar 5 sampai 7 halaman, tema siap pakai disesuaikan warna dan logo, konten dari klien Rp 5 juta sampai Rp 12 juta 2 sampai 3 minggu
Menengah 8 sampai 15 halaman, desain semi kustom, blog, formulir, dasar SEO, integrasi WhatsApp Rp 12 juta sampai Rp 35 juta 4 sampai 6 minggu
Kustom Desain orisinal, penulisan konten, multibahasa, integrasi sistem internal, optimasi kecepatan dan struktur data Rp 35 juta sampai Rp 80 juta 6 sampai 10 minggu
Enterprise Multi entitas atau multi negara, kontrol akses berjenjang, audit keamanan, SLA dukungan Rp 80 juta ke atas 10 minggu ke atas

Angka di atas adalah biaya pembuatan, bukan biaya kepemilikan. Ini yang sering luput dari perhitungan calon klien.

Komponen berulang yang perlu dianggarkan

  • Domain: sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu per tahun, tergantung ekstensi. Pastikan domain didaftarkan atas nama perusahaan Anda, bukan atas nama vendor.
  • Hosting: Rp 500 ribu sampai Rp 6 juta per tahun untuk skala company profile, naik signifikan kalau trafik besar atau butuh server khusus.
  • Pemeliharaan: pembaruan keamanan, cadangan data, dan perbaikan kecil. Kisaran wajar Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta per bulan. Rinciannya kami bahas terpisah di panduan jasa maintenance aplikasi dan website.
  • Konten berkelanjutan: artikel, studi kasus, dan foto baru. Ini pos yang paling sering dikorbankan, dan paling terasa akibatnya setelah setahun.

Aturan praktis yang kami sarankan: siapkan anggaran tahunan sekitar 15 sampai 25 persen dari biaya pembuatan untuk menjaga website tetap hidup. Website yang dibangun sekali lalu ditinggalkan akan kehilangan relevansi di mesin pencari dalam waktu satu sampai dua tahun.

Tujuh Langkah Memilih Vendor Website Company Profile

Urutan ini kami susun berdasarkan kesalahan yang paling sering kami temui saat perusahaan datang untuk memperbaiki website buatan pihak sebelumnya.

  1. Tulis tujuan bisnisnya dulu, bukan fiturnya. Satu kalimat sudah cukup, misalnya “kami ingin 10 pertanyaan masuk per bulan dari perusahaan manufaktur di Jawa Timur”. Tujuan seperti ini langsung menyaring vendor yang hanya bisa bicara soal tampilan.
  2. Periksa portofolio yang sejenis, bukan yang paling indah. Minta contoh website perusahaan di industri serupa, lalu buka semuanya dari ponsel. Perhatikan kecepatan dan kejelasan, bukan animasinya.
  3. Tanyakan siapa yang mengerjakan. Beberapa penyedia mengalihkan pekerjaan ke pihak ketiga tanpa memberi tahu. Anda berhak tahu siapa yang menulis kode dan siapa yang bisa dihubungi kalau ada masalah.
  4. Pastikan kepemilikan aset tertulis. Domain, akun hosting, kode sumber, dan akses panel admin harus atas nama perusahaan Anda. Ini poin yang paling sering menjadi sandera saat hubungan dengan vendor berakhir.
  5. Minta rincian penawaran, bukan angka gelondongan. Penawaran yang sehat memisahkan biaya desain, pengembangan, konten, dan pemeliharaan. Kalau semua digabung dalam satu baris, Anda tidak bisa membandingkan apa pun.
  6. Cek dukungan setelah tayang. Berapa lama masa garansi perbaikan bug, berapa jam waktu respons, dan apa yang termasuk atau tidak termasuk. Sepakati sebelum tanda tangan, bukan sesudah.
  7. Uji responsivitas mereka saat masih calon. Kalau balasan penawaran saja butuh lima hari, bayangkan kecepatan respons ketika website Anda bermasalah di hari Jumat sore.

Satu tanda bahaya yang jarang disadari: vendor yang langsung memberi harga pasti tanpa bertanya apa pun tentang bisnis Anda. Harga tanpa pertanyaan berarti mereka menjual template, bukan solusi, dan Anda akan menemukan batasnya di tengah proyek.

Proses Pengerjaan dari Brief Sampai Website Tayang

Mengetahui alur ini membantu Anda menilai apakah calon vendor bekerja dengan metode atau sekadar mengarang di jalan.

  1. Penggalian kebutuhan (3 sampai 7 hari). Diskusi soal target audiens, pesaing, pesan utama, dan definisi keberhasilan. Keluarannya berupa dokumen ringkas yang disetujui dua pihak.
  2. Struktur dan alur halaman (3 sampai 5 hari). Peta halaman dan kerangka kasar tata letak. Di tahap ini revisi masih murah, jadi seriuslah menelaahnya.
  3. Desain antarmuka (1 sampai 3 minggu). Tampilan versi desktop dan ponsel. Sepakati jumlah putaran revisi sejak awal agar tidak ada perselisihan di belakang.
  4. Pengembangan (2 sampai 4 minggu). Desain diterjemahkan menjadi website yang berfungsi, termasuk panel admin dan formulir.
  5. Pengisian konten (paralel). Teks, foto, dan dokumen. Tahap ini paling sering menjadi penyebab molornya jadwal, dan biasanya penyebabnya ada di pihak klien.
  6. Pengujian (3 sampai 7 hari). Uji di beberapa peramban dan ukuran layar, cek formulir masuk ke email yang benar, ukur kecepatan.
  7. Peluncuran dan serah terima (1 sampai 3 hari). Pemindahan domain, pemasangan alat analitik, pendaftaran ke Google Search Console, dan pelatihan singkat untuk staf Anda.

Total waktu realistis untuk company profile skala menengah berada di kisaran 6 sampai 8 minggu. Vendor yang menjanjikan selesai dalam tiga hari biasanya melewati tahap satu, dua, dan enam, dan itu terlihat jelas pada hasil akhirnya.

Lima Kesalahan yang Membuat Website Company Profile Jadi Mubazir

  • Menyalin gaya bahasa korporat yang kosong. Kalimat seperti “kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik” ada di ribuan website lain dan tidak membedakan Anda dari siapa pun.
  • Menyembunyikan informasi kontak. Beberapa perusahaan hanya menyediakan formulir tanpa nomor dan alamat. Di pasar Indonesia, ini menurunkan kepercayaan dengan cepat.
  • Tidak ada satu pun bukti. Tanpa portofolio, logo klien, testimoni, atau angka, pengunjung hanya punya klaim untuk dipercaya.
  • Membiarkan halaman blog kosong bertahun-tahun. Blog yang artikel terakhirnya tahun 2021 memberi sinyal bahwa perusahaan sudah tidak aktif.
  • Melupakan pencarian nama merek. Pastikan mengetik nama perusahaan Anda di Google memunculkan website Anda di posisi pertama. Kalau belum, ada pekerjaan dasar yang terlewat.

Website Company Profile di Era Pencarian AI

Perilaku pencarian berubah cepat. Ketika seseorang bertanya kepada asisten AI tentang vendor di bidang Anda, jawabannya disusun dari sumber yang bisa dibaca dan dipahami mesin. Perusahaan yang informasinya tersebar hanya di media sosial praktis tidak terlihat di lapisan ini.

Laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain mencatat ekonomi digital Indonesia terus tumbuh sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan itu berarti kompetisi perhatian juga naik, dan yang menang bukan yang paling ramai, melainkan yang informasinya paling jelas dan konsisten.

Tiga hal praktis yang bisa Anda minta ke vendor sejak awal:

  1. Data terstruktur organisasi. Nama resmi, alamat, nomor kontak, dan tautan profil resmi ditulis dalam format yang dibaca mesin pencari.
  2. Halaman yang menjawab pertanyaan nyata. Bagian tanya jawab dengan pertanyaan yang benar-benar diajukan calon klien, ditulis dengan jawaban langsung di kalimat pertama.
  3. Konsistensi identitas lintas kanal. Penulisan nama perusahaan, alamat, dan nomor telepon harus sama persis di website, profil bisnis, dan direktori tempat Anda terdaftar.

Untuk perusahaan yang kebutuhannya melampaui profil dan mulai menyentuh sistem operasional seperti dashboard atau portal klien, pertimbangannya berbeda lagi. Kami membahasnya di panduan jasa pembuatan aplikasi web.

Menyiapkan Konten agar Proyek Tidak Molor

Dari sekian banyak proyek website yang jadwalnya meleset, penyebab nomor satu bukan kesulitan teknis, melainkan konten yang tidak kunjung siap dari pihak klien. Desain sudah disetujui, kode sudah jalan, lalu proyek berhenti berminggu-minggu menunggu foto tim dan deskripsi layanan. Kalau Anda menyiapkan bahan berikut sebelum proyek dimulai, waktu pengerjaan bisa terpangkas signifikan.

  • Deskripsi setiap layanan, 150 sampai 300 kata per layanan. Tidak perlu rapi secara bahasa, yang penting akurat. Vendor bisa memolesnya, tapi tidak bisa mengarang apa yang Anda kerjakan.
  • Tiga sampai lima contoh pekerjaan. Untuk masing-masing, tulis konteks masalah klien, apa yang Anda kerjakan, dan hasilnya. Kalau terikat kerahasiaan, ganti nama dengan sektor industri.
  • Foto tim dan kantor. Foto asli dengan pencahayaan layak jauh lebih baik daripada foto stok orang asing tersenyum di ruang rapat.
  • Logo dan aset merek dalam format vektor. File logo hasil tangkapan layar akan terlihat pecah di layar beresolusi tinggi.
  • Data legal dan kontak resmi. Nama badan usaha lengkap, alamat kantor, nomor telepon, email resmi, dan jam operasional. Konsistensi penulisan di semua kanal penting untuk kepercayaan dan untuk pencarian.
  • Daftar pertanyaan yang paling sering diajukan calon klien. Ini bahan mentah paling berharga untuk halaman tanya jawab, dan biasanya sudah tersimpan di riwayat percakapan tim penjualan Anda.

Satu saran tambahan yang sering kami berikan: tunjuk satu orang di pihak Anda sebagai penanggung jawab tunggal proyek. Proyek yang keputusannya harus melewati lima orang dengan selera berbeda akan menghabiskan anggaran revisi sebelum halaman kedua selesai.

Mengukur Hasil Setelah Website Tayang

Website yang tidak diukur akan dinilai berdasarkan perasaan, dan perasaan biasanya keliru. Tiga bulan setelah peluncuran, Anda perlu tahu apakah investasi ini bekerja. Empat angka berikut sudah cukup untuk mayoritas perusahaan.

Metrik Apa yang diukur Patokan awal yang wajar
Pengunjung dari pencarian organik Seberapa banyak orang menemukan Anda tanpa iklan Tumbuh bertahap dalam 3 sampai 6 bulan pertama
Jumlah kontak masuk Klik WhatsApp, pengiriman formulir, klik nomor telepon Bandingkan dengan periode sebelum website ada
Halaman yang paling banyak dibaca Layanan mana yang paling menarik minat Gunakan untuk menentukan prioritas konten berikutnya
Kecepatan muat di ponsel Kesehatan teknis yang memengaruhi peringkat dan konversi Di bawah 3 detik untuk konten utama

Pastikan alat analitik dan Google Search Console sudah terpasang di hari peluncuran, bukan enam bulan setelahnya. Tanpa data periode awal, Anda tidak punya pembanding untuk menilai perbaikan apa pun yang dilakukan kemudian. Minta vendor menyerahkan akses kedua alat itu atas nama akun perusahaan Anda saat serah terima.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa biaya membuat website company profile untuk UMKM?

Untuk UMKM dengan kebutuhan standar berupa 5 sampai 7 halaman, kisaran wajar di Indonesia pada 2026 adalah Rp 5 juta sampai Rp 12 juta untuk pembuatan, ditambah sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta per tahun untuk domain dan hosting. Biaya naik kalau Anda meminta desain orisinal atau penulisan konten oleh vendor.

Berapa lama waktu pembuatan website company profile?

Paket dasar umumnya selesai dalam 2 sampai 3 minggu. Paket menengah dengan desain semi kustom butuh 4 sampai 6 minggu. Proyek kustom penuh berkisar 6 sampai 10 minggu. Penyebab keterlambatan paling umum bukan pengembangan, melainkan konten yang belum siap dari pihak klien.

Apakah lebih baik pakai WordPress atau dibangun dari nol?

Untuk mayoritas kebutuhan company profile, sistem manajemen konten seperti WordPress sudah memadai, ekonomis, dan mudah dikelola staf non-teknis. Pembangunan dari nol menjadi relevan kalau website perlu terhubung dengan sistem internal perusahaan, punya kebutuhan keamanan khusus, atau menangani alur kerja yang tidak umum.

Siapa yang seharusnya memiliki domain dan hosting?

Perusahaan Anda. Domain harus terdaftar atas nama badan usaha Anda dengan email perusahaan sebagai kontak utama, dan Anda harus memegang akses akun hosting. Vendor boleh mengelola, tetapi kepemilikan tetap di tangan Anda. Poin ini wajib tertulis dalam kontrak.

Apakah website company profile bisa mendatangkan klien baru?

Bisa, tetapi tidak otomatis. Website adalah tempat mendarat, bukan mesin pencari klien. Ia menghasilkan pertanyaan masuk kalau ada yang mengarahkan orang ke sana, baik lewat pencarian organik, iklan, media sosial, maupun materi penawaran Anda. Website yang bagus meningkatkan rasio orang yang akhirnya menghubungi Anda.

Apa bedanya company profile dalam bentuk dokumen dan website?

Dokumen company profile berbentuk PDF atau cetak cocok untuk presentasi dan lampiran penawaran, sementara website bisa ditemukan orang yang belum mengenal Anda. Keduanya saling melengkapi. Pembahasan tentang isi dan susunan company profile sebagai dokumen bisa Anda baca di artikel kami tentang company profile dan contohnya.

Bagaimana cara menilai apakah harga penawaran masuk akal?

Bandingkan minimal tiga penawaran dengan cakupan yang setara, lalu periksa apakah masing-masing memuat rincian desain, pengembangan, konten, jumlah revisi, masa garansi, dan biaya pemeliharaan. Penawaran termurah yang tidak menyebutkan garansi dan kepemilikan kode hampir selalu lebih mahal dalam dua tahun. Referensi tarif per model kerja sama bisa Anda lihat di artikel berapa biaya jasa software house di Indonesia.

Menutup: Website yang Bekerja, Bukan Sekadar Ada

Website company profile yang baik tidak diukur dari seberapa mewah tampilannya, melainkan dari berapa banyak orang yang setelah membacanya merasa cukup yakin untuk menghubungi Anda. Semua keputusan teknis, mulai dari pemilihan platform sampai struktur halaman, sebaiknya diuji dengan satu pertanyaan sederhana: apakah ini membuat calon klien lebih dekat pada keputusan, atau hanya menambah hal untuk dilihat.

PT Majapahit Teknologi Nusantara mengerjakan website dan sistem digital untuk kementerian dan instansi pemerintah Republik Indonesia, perusahaan manufaktur multinasional, sektor asuransi, serta pelaku UMKM yang sedang naik kelas. Kami terbiasa bekerja dengan dua ujung spektrum itu, dan pendekatannya sama: pahami dulu apa yang ingin dicapai, baru bicara soal tampilan.

Kalau Anda sedang menimbang untuk membuat atau membangun ulang website perusahaan, silakan mulai dari percakapan singkat. Konsultasi gratis 15 menit lewat WhatsApp, atau pelajari dulu cakupan layanan pembuatan website profesional dan profil software house Jakarta kami.

Tren Mingguan

Siap untuk Memulai?

Bingung dalam memilih jasa pembuatan aplikasi atau website? Hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut.

Ai Majapahit Female