Warehouse . 06 February 2025

Metode Pencatatan Persediaan

Majapahit Teknologi - Perusahaan manufaktur dianjurkan untuk terus memperhatikan mengenai persediaan atau inventory barang. Hal ini dikarenakan persediaan barang merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam aktivitas Perusahaan. Ulasan kali ini akan membahas mengenai metode pencatatan persediaan yang menjadi unsur penting dalam manajamen inventory.

Perlu diketahui bahwa metode pencatatan persediaan barang adalah salah satu cara untuk bisa mengelola manajemen persediaan secara benar pada Perusahaan.

Perusahaan manufaktur atau ritel perlu menerapkan metode pencatatan yang tepat agar data persediaan selalu sesuai dengan kondisi fisik di gudang.

Selain itu, metode pencatatan ini juga dapat digunakan untuk penilaian aset, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkannya guna meningkatkan profitabilitas.

Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Perusahaan dagang memiliki tujuan utama yakni untuk menjual barang dagang atau persediaan yang dimilikinya. Nah, dalam melakukan pencatatan di berbagai aktivitas Perusahaan dagang, terdapat 2 metode yang disarankan dalam pencatatan persediaan yang sudah biasa digunakan dalam menghitung dan mencatat nilai persediaan, sebagai berikut:

Metode Periodik / Metode Fisik

Metode pencatatan persediaan pertama yang disarankan adalah metode periodik atau lebih dikenal juga dengan istilah metode fisik yang merupakan sebuah sistem pencatatan untuk persediaan.

Pada metode ini, mengharuskan adanya perhitungan untuk persediaan (Stock Opname)yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan. Selain itu, metode periodik (Fisik) juga disusun dengan poin penting untuk menentukan harga pokok penjualan (HPP).

Cara Menentukan HPP Pada Metode Periodik / Fisik

  • Mencatat harga barang yang dibeli oleh Anda.
  • Jangan lupa mencatat barang dagang/persediaan.
  • Menentukan harga pokok persediaan barang pada awal & akhir periode.

Kelebihan Metode Periodik / Fisik

Kelebihan yang diunggulkan dalam metode periodik adalah karena adanya pencatatan yang hanya dilakukan secara periodik. Karena tidak mesti setiap saat untuk melakukan transaksi dan hanya dilakukan pada akhir periode.

Dengan demikian, metode periodik dapat menghemat waktu dan tenaga yang banyak.

Kelemahan Metode Periodik / Fisik

Kelemahannya pada metode ini adalah dikarenakan pencatatan yang hanya dilakukan pada akhir periode dan bukan ketika sedang melakukan transaksi.

Dengan demikian, kehilangan barang persediaan akan sulit untuk diketahui oleh Perusahaan. Selain itu, metode ini pun menyulitkan penentuan dalam menenatapkan harga yang benar untuk harga barang yang telah terjual.

Selain dari pada kelemahan tersebut, terdapat juga kelemahan yang harus Anda ketahui, kelemahan berikutnya adalah akan terdapat laporan keuangan jangka pendek atau interim.

Misalnya seperti 3 atau 6 bulan, maka Anda harus mengadakan perhitungan fisik persediaan barang yang sesuai dengan barang didalam gudang.

Apabila Perusahaan memiliki jenis barang yang sangat banyak, tentu saja sudah dipastikan akan menghitung waktu yang lama dalam menghitung persediaan barang tersebut. Dengan demikian, laporan keuangan akan tertunda atau bahkan terlambat.

Contoh Metode Periodik

Perusahaan ritel "Toko Sejahtera" menggunakan metode periodik untuk mencatat persediaan barang dagangan. Berikut contoh penerapannya:

Awal Periode:

Pada awal bulan Januari, persediaan barang dagangan tercatat sebesar Rp50 juta.

Transaksi Selama Periode:

Pembelian barang selama bulan Januari sebesar Rp30 juta
Tidak ada pencatatan langsung setiap kali penjualan dilakukan

Akhir Periode:

Pada akhir bulan, dilakukan perhitungan fisik (stock opname) dan diketahui persediaan akhir sebesar Rp20 juta.

Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP):

HPP dihitung dengan rumus berikut:

HPP = Persediaan Awal + Pembelian − Persediaan Akhir

HPP = Rp50.000.000 + Rp30.000.000 − Rp20.000.000

HPP = Rp60.000.000

Metode Perpetual

Metode Perpetual adalah metode pencatatan persediaan perpetual pada Perusahaan ritel & manufaktur yang biasa dilakukan dengan cara menciptakan akun terpisah untuk jenis persediaan.

Pada metode ini, Anda akan dimudahkan dalam menyusun neraca serta laporan laba rugi pada jangka pendek. Hal ini dikarenakan tidak harus melaksanakan kegiatan perhitungan fisik seperti pada metode periodik.

Metode ini bisa dibilang lebih baik daripada metode sebelumnya karena bisa menyusun laba rugi yang didapat oleh Perusahaan tanpa melakukan perhitungan fisik.

Namun, bukan berarti Anda tidak melakukan perhitungan persediaan dalam jangka waktu yang sangat lama. Minimalnya Anda lakukan setiap setahun sekali untuk mengecek barang, apakah barang sudah sesuai ataukah tidak?

Membuat Pencatatan Persediaan Perpertual

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa pada metode ini sangat mudah dalam penyusunan, baik itu secara neraca maupun laporan untuk laba dan rugi secara jangka pendek.

Lalu, bagaimana caranya membuat pencatatan untuk persediaan dalam metode perpetual? Lihat contoh sebagai berikut.

Selisih Persediaan ........................ Rp. xxxx Debit
Persediaan Barang ........................ Rp. xxxx Kredit

Contoh diatas merupakan perhitungan apabila jumlah dalam gudang lebih kecil dibandingkan dengan saldo pada rekening persediaan.

Metode Pencatatan Persediaan barang dagang

Dengan demikian, rekening persediaan sebaiknya dikurangi begitupun sebaliknya bilamana jumlah barang yang terdapat di gudang lebih besar dengan saldo yang terdapat pada rekening, maka rekening persediaan perlu ditambah.

Kelebihan Metode Perpetual

Salah satu keunggulan metode perpetual adalah tidak memerlukan perhitungan fisik secara langsung, atau yang biasa disebut dengan stock opname.

Hal ini karena perusahaan dapat mengetahui jumlah stok yang akurat secara real-time, berkat pencatatan yang dilakukan setiap kali terjadi transaksi.

Kelemahan Metode Perpetual

Bisa dibilang, tidak ada metode yang sempurna. Semua metode memiliki kelebihan dan kekurangan khususnya pada metode ini.

Kekurangan pada metode perpetual adalah memberatkan petugas karena dengan adanya transaksi jual beli yang mengharuskan untuk dicatat di sepanjang waktu.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga dengan adanya penulisan yang kurang akurat.

Contoh Metode Perpetual

Perusahaan ritel "Toko Makmur" menggunakan metode perpetual untuk mencatat persediaan barang dagangan. Berikut contoh penerapannya:

Awal Periode:

Persediaan awal barang adalah 100 unit dengan harga per unit Rp50.000.

Transaksi Pembelian:

Pada tanggal 5 Januari, membeli 50 unit tambahan dengan harga Rp50.000 per unit.

Sistem langsung mencatat persediaan menjadi 150 unit.

Transaksi Penjualan:

Pada tanggal 10 Januari, menjual 30 unit dengan harga jual Rp70.000 per unit.

Sistem otomatis mengurangi persediaan menjadi 120 unit dan mencatat Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp1.500.000 (30 unit × Rp50.000).

Transaksi Selanjutnya:

Pada tanggal 15 Januari, kembali menjual 40 unit. Sistem mencatat pengurangan persediaan menjadi 80 unit dan HPP sebesar Rp2.000.000 (40 unit × Rp50.000).

Dengan metode perpetual, pencatatan persediaan dan perhitungan HPP dilakukan secara real-time setiap kali terjadi transaksi pembelian atau penjualan, sehingga data persediaan selalu akurat dan terkini.

Perbedaan Metode Periodik dan Perpetual

Metode mana yang paling optimal diantara metode periodik dan perpetual? Jawabannya adalah metode perpetual lebih optimal untuk metode pencatatan persediaan dengan alasan karena bisa memudahkan dalam menyusun neraca dan laporan laba & rugi.

Selanjutnya, metode perpetual bisa juga dipakai untuk mengawasi setiap aktivitas persediaan yang ada di dalam gudang secara tepat.

Metode pencatatan persediaan tentu saja sangat penting untuk Anda terapkan di Perusahaan manufaktur ataupun ritel. Adapun perangkat lunak yang bisa Anda gunakan dalam memudahkan manajemen persediaan pada Perusahaan Anda yaitu dengan menggunakan aplikasi inventory dari Majapahit Teknologi.

Kesimpulan

Metode pencatatan persediaan pada Perusahaan manufaktur ataupun ritel sangat penting untuk dilakukan. Dengan begitu, manfaat manajemen inventory akan dapat dirasakan oleh Anda.

Cara tersebut tidak lain dengan adanya metode tertentu yang digunakan untuk menghitung & mencatat persediaan barang secara akurat.

Namun, perlu di garis bawahi juga bahwa metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Silahkan Anda tentukan metode mana yang terbaik untuk Perusahaan Anda.

Semoga ulasan ini bermanfaat.

Bagikan artikel ini: