Update . 11 February 2025

Firewall : Pengertian, Karakteristik, Jenis & Cara Kerjanya

Majapahit Teknologi - Seiring perkembangan dunia teknologi yang semakin canggih, disisi lain juga timbul beberapa masalah yang berhubungan dengan keamanan internet. Dan untuk mengatasi permasalahan tersebut, muncul sebuah solusi efektif yang disebut dengan firewall.

Mungkin hampir seluruh pengguna internet sudah tidak asing lagi mendengar kata firewall.

Namun tidak sedikit juga yang masih awam dengan istilah tersebut sehingga artikel kali ini akan membahas sedikit lebih dalam berkaitan dengan frewall.

Menariknya, firewall ini merupakan sebuah sistem yang terkenal dengan icon berupa tembok bata berwara merah dengan fungsinya yang cukup kompleks.

Berikut akan diulas beberapa hal terkait manfaat, jenis, karakteristik, fungsi dan cara kerjanya.

Apa itu Firewall

Firewall adalah sistem keamanan yang memang dirancang dengan tujuan melindungi jaringan komputer dari ancaman berbahaya, seperti virus, malware, atau serangan dunia maya lainnya yang dapat merusak perangkat dan data.

Fungsi utama firewall adalah untuk memantau dan juga mengontrol lalu lintas data yang akan masuk dan keluar melalui jaringan.

Firewall bekerja sebagai penghalang antara komputer atau jaringan dengan sumber daya eksternal (seperti internet). Dengan memfilter data berdasarkan aturan yang telah ditentukan sebelumnya, firewall dapat mencegah serangan dari luar yang dapat merusak sistem komputer.

Firewall tidak hanya mencegah virus dan malware, tetapi juga melindungi dari serangan yang lebih kompleks seperti Distributed Denial of Service (DDoS) dan pencurian data.

Meskipun sangat penting untuk keamanan jaringan, banyak pengguna yang belum menyadari betapa vitalnya peran firewall dalam menjaga perangkat mereka tetap aman saat terhubung ke internet.

Karakteristik Firewall

Firewall terbagi menjadi dua kategori besar berdasarkan penggunaannya, yaitu Personal Firewall dan Network Firewall. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan.

Personal Firewall

Personal firewall digunakan oleh individu untuk melindungi perangkat pribadi seperti komputer dan laptop dari serangan dunia maya.

Dengan adanya personal firewall, perangkat Anda lebih terlindungi dari virus, spyware, trojan, dan ancaman lainnya yang bisa membahayakan data pribadi.

Pengguna dapat dengan mudah mengonfigurasi firewall ini untuk menyesuaikan dengan kebutuhan mereka, baik dalam hal akses aplikasi maupun situs yang aman.

Network Firewall

Network firewall dirancang untuk melindungi seluruh jaringan komputer dalam suatu organisasi atau perusahaan. Firewall jenis ini memiliki kemampuan untuk menangani banyak perangkat sekaligus dan memfilter lalu lintas yang masuk dan juga keluar dari jaringan.

Network firewall berfungsi untuk mencegah serangan besar-besaran seperti malware, ransomware, dan upaya peretasan yang lebih rumit. Contoh produk network firewall yang populer adalah IP Tables, Cisco ASA, ISA Server, dan Cisco PIX.

Apakah Firewall Penting?

Jika Anda bertanya apakah firewall itu penting, jawabannya adalah "ya." Firewall adalah pelindung utama jaringan komputer, terutama saat perangkat terhubung ke internet.

Tanpa firewall, perangkat Anda lebih rentan terhadap ancaman yang bisa merusak data dan merusak sistem. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa firewall sangat penting antara lain:

  1. Mencegah Akses Tidak Sah: Firewall membatasi akses ke perangkat hanya untuk pengguna yang berwenang dan menghalangi akses tidak sah dari pihak luar.
  2. Melindungi Data: Firewall membantu mencegah pencurian data, yang bisa terjadi jika perangkat Anda tidak terlindungi.
  3. Menghindari Serangan Dunia Maya: Firewall membantu melindungi komputer dari berbagai jenis serangan dunia maya, termasuk virus, trojan, spyware, dan ransomware.

Dengan mengaktifkan firewall, Anda memberi perlindungan lapisan pertama terhadap serangan dari luar dan meningkatkan keamanan pribadi maupun perusahaan Anda.

Jenis Firewall

Aadapun jenis firewall sendiri setidaknya ada 8 jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.de

Next Generation Firewall

Jenis firewall yang pertama ini sering disebut sebagai bentuk dari firewall terkini yang memiliki tiga fitur utama. Diantaranya yaitu mengecek detail paket, mengevaluasi sumber paket dan juga penentuan indentitas paket.

Packet Filtering Firewall

Packet Filtering Firewall adalah tipe yang paling senior dengan cara kerjanya mengecek paket sistem. Adapun proses pengecekan yang dilakukan yaitu validasi alamat IP, tipe, nomer port serta kebutuhan lainnya.

Proxy Firewall

Jenis yang ketiga ini sering disebut sebagai application level gateway yang berfungsi untuk menangani nilai sumber paket beserta isinya.

Stateful Inspection Firewall

Stateful Inspection Firewall berfungsi untuk memverifikasi packet source & membuka isi paketnya.

Dengan menggunakan sistem ini secara otomatis akan menaikkan tingkat keamanan namun bisa mengurangi performa komputer.

Circle Level Gateway

Jenis firewall yang kelima dapat bekerja dengan mudah dan cepat untuk menolak atau menerima lalu lintas.

Bahkan prosesnya dilakukan tanpa menggunakan sumber daya komputasi tertentu.

Software Firewall

Software firewall bekerja dengan cara mengisolasi titik akhir jaringan dari dua arah.

Sistem ini mampu mengendalikan lalu lintas jaringan yang memiliki peran sebagai filter. Dan untuk setiap perangkat dapat menentukan software firewall yang berbeda.

Hardware Firewall

Selain berbentuk perangkat lunak, ada juga yang hardware firewall yang unggul dalam memastikan lalu lintas yang berbahaya dari luar jaringan dan akan distop ketika saat sebelum titik akhir jaringan yang memang terpapar ancaman.

Transparent Firewall

Jenis firewall yang terakhir ini disebut juga denfan bridging firewall yang merupakan turunan dari stateful firewall.

Transparant firewall dapat memberi perlindungan yang cukup baik dan cocok dipakai untuk perangkat yang bersifat umum.

Fungsi Firewall

Lanas, bagaimana dengan fungsi firewall itu sendiri? Firewall memiliki beberapa fungsi yang sangat beguna bagi pengguna yang mengoperasikan perangkat komputer.

Di bawah ini adalah beberapa fungsi yang dimiliki oleh firewall, simak sebagai berikut:

Memonitor Bandwith

Fungsi pertama firewall yaitu untuk memonitor bandwith, dengan kata lain bergungsi untuk memantau serta mengatur batasan bandwith terhadap konten yang diinginkan pengguna.

Bahkan pengguna juga bisa menetapkan prioritas untuk penggunaan bandwith.

Melindungi Data dari Hacker & Pengguna Tidak Terotorisasi

Firewall juga berfungsi untuk melindungi data dari hacker dan juga pengguna yang tidak terotorisasi atau tidak bertanggung jawab.

Diantara serangan yang biasa terjadi dapat berupa pencurian data, penyalahgunaan informasi bahkan penetasan.

Baca : Pengertian Hacker : Jenis Serangan & Hacker Terkenal di Dunia

Block Konten yang Tak Diinginkan

Memblock konten yang tidak diinginkan merupakan salah satu fungsi firewall yang dapat melindungi jaringan komputer.

Contohnya seperti menyaring dan memblokir konten spam yang didalamnya terkandung virus.

Membuat Game Online Lebih Aman & Nyaman

Fungsi firewall selanjutnya berkaitan dengan kenyamanan gamers saat bermain game online.

Mengingat game online beresiko terjadinya kejahatan dunia maya, dengan adanya firewall sangat berguna untuk menjaga keamanan jaringan komputer.

Mengakses Layanan VPN

Tekahir, firewall juga berfungsi untuk memfasilitasi koneksi VPN sehingga pengguna dapat mengakses jaringan internal.

Selain itu pengguna juga dapat mengakses konten atau website yang telah terblokir.

Bagaimana Cara Kerja Firewall?

Setelah mengetahui jenis-jenis beserta fungsi dari firewall, kini saatnya anda mengetahui bagaimana cara kerja firewal itu sendiri.Firewall bekerja dengan menyaring data antara jaringan di internet.

Perlu diketahui, ada 3 cara yang memang digunakan firewall untuk mengamankan jaringan.

Dan diantara ketiga cara tersebut firewall bisa memilih salah satu atau mengombinasikan ketiganya untuk mengamankan jaringan. Untuk selengkapnya, simak uraian berikut ya.

Packet Filtering (Stateless)

Firewall menggunakan sebuah aturan dimana boleh tidaknya suatu data yang masuk ke dalam jaringan. Sehingga setiap packet akan diperiksa secara mandiri atau istilahnya dalam isolasi.

Apabila pakcet dikirim kedalam grup, maka setiap packet tersebut akan diepriksa satu per satu.

Nah, saat sebuah packet terdeteksi atau memiliki indikasi membahayakan, maka ia tidak diperbilehkan masuk.

Dan sebaliknya, jika packet telah dianggap aman, maka akan diteruskan ke sistem yang dipinta.

Proxy Service

Proxy Service adalah aplikasi yang berperan sebagai penghubung antara sistem jaringan.

Apliaksi ini berada di dalam foirewall yang bertugas untuk memeriksa packet tersebut yang nantinya akan saling ditukarkan dalam jaringan.

Perlu diketahui bahwa sistem ini dapat bekekrja lebih efektif karena semua informasi diperiksa secara tersentralisasi. Dengan kata lain, cara kerja sistem ini lebih canggih karena proxy service akan berusaha untuk menciptakan hubungan antar jaringan yang mirip.

Stateful Inspection

Sistem satu ini bekerja dengan menelusuri packet yang diterima dengan berbagai macam aktivitas sebelumnya. Dimana packet yang diterimalalu diperiksa dalam database packet.

Apabila packet tidak menunjukkan risiko berbahaya maka akan diteruskan ke sistem selanjutnya.

Kesimpulan

Firewall adalah komponen krusial dalam menjaga keamanan jaringan komputer, baik untuk individu maupun organisasi.

Dengan memahami jenis-jenis firewall, fungsi, dan cara kerjanya, Anda dapat memilih solusi yang tepat untuk melindungi perangkat dan data Anda dari ancaman dunia maya. Jangan abaikan peran penting firewall dalam melindungi data pribadi dan perusahaan Anda.

Pastikan firewall selalu diaktifkan untuk memastikan perlindungan maksimal saat Anda terhubung ke internet.

Bagikan artikel ini: